Taktik Marc Marquez Dibenci Mayoritas Pembalap MotoGP, Termasuk Adiknya Sendiri
Taktik 'licik' yang dilakukan oleh Marc Marquez jelang start balapan MotoGP Amerika Serikat dibenci mayoritas pembalap MotoGP, bahkan adiknya sendiri protes.
Pengakuan Marc Marquez
Saat sesi wawancara setelah balapan, Marc Marquez mengakui bahwa dirinya sudah menyiapkan taktik untuk mengganti motornya dengan ban slick (kering).
Mantan pembalap Repsol Honda itu mengaku tahu aturan main bagi pembalap yang ingin mengganti motornya sesaat jelang start.
Dengan kepercayaan diri tinggi, ia yakin bahwa dirinya bisa terhindar dari penalti jika langkahnya diikuti oleh banyak pembalap.
[Baca juga: Klasemen MotoGP 2025: Alex Marquez Kudeta Sang Kakak, Bagnaia Pepet Puncak]
Benar saja, taktik licik Marc Marquez berjalan sukses dan dirinya berhasil terhindar dari penalti.
"Saya sangat tahu aturannya dan bagaimana melakukannya," ungkap Marc Marquez dikutip dari Crash.
"Saya bertanya ke Marco Rigamonti tujuh menit sebelum start apakah motor kedua sudah siap. Dia bilang iya dan kemudian saya bilang padanya mungkin saya akan meninggalkan grid," lanjutnya.
"Kemungkinan saat saya meninggalkan grid, lebih dari 10 pembalap akan mengikutinya dan kemudian mereka akan menghentikan balapan," katanya menambahkan.
Kekacauan di COTA kali ini mengingatkan insiden yang pernah terjadi di MotoGP Argentina pada 2018 silam.
Saat itu hampir semua pembalap mengganti motornya jelang balapan dimulai, kecuali Jack Miller.