Kilas Balik Kisah Marc Marquez di Honda, dari Digdaya hingga Nelangsa
Hengkangnya Marc Marquez dari Repsol Honda mungkin adalah sesuatu yang tadinya tak terpikirkan empat tahun lalu.
"Banyaknya insiden yang dialami pembalap Honda sebenarnya cukup untuk mengonfirmasi bahwa motornya belum siap untuk posisi-posisi terbaik," kata Bradl seperti yang dikutip dari Speedweek.com.
Kata Bradl, Marquez adalah pembalap yang tak akan puas saat dirinya hanya berada di urutan belakang.
"Marquez tak bisa menerima posisi 8 atau 12. Itulah dia. Dia selalu mencoba untuk mendapatkan yang terbaik," ujar Bradl.
"Dia selalu tampil hingga batas performa dan melampauinya," ucap pembalap Jerman itu.